SUNGAIPENUH – Asosiasi Provinsi (Asprov) Jambi, menegaskan penunjukan Taufik sebagai Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, sudah sesuai prosedur.

Perwakilan PSSI di Jambi ini juga membantah, kabar yang menyebutkan bahwa Asprov tidak berkoordinasi dengan kepengurusan PSSI Sungaipenuh sebelumnya, dalam penunjukan pelaksana tugas ketua.

Sekretaris Umum Asprov PSSI, Reza, mengatakan penunjukan Taufik sebagai Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, sudah susai dengan Statuta organisasi.

Dia juga membantah, jika dalam pelaksanaan penunjukan ini tidak ada berkoordinasi dengan Fikar Azami, yang merupakan mantan Ketua PSSI Sungaipenuh dan juga Wakil Ketua Umum PSSI Provinsi Jambi.

“Semuanya sudah sesuai prosedur. Terpilihnya saudara Taufik sebagai Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, karena dia anggota Exco. Kan syarat untuk menjadi Plt harus anggota Exco,” terangnya.

Selain itu, alasan dipilihnya Taufik, karena secara kewilayahan Taufik merupakan anggota Exco yang tinggal lebih dekat dengan Sungaipenuh, sehingga bisa lebih mudah menjalankan tugasnya.

“Sementara anggota Exco yang lain ada yang dari Tebo dan daerah lain, yang secara kewilayah lebih jauh,” tambah Reza.

Menjawab pertanyaan publik, yang menyebutkan Asprov tidak berkoordinasi dengan Fikar Azami sebelum penunjukan Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, Reza mengaku komunikasi sudah dilakukan sejak jauh hari.

Bahkan Reza menjelaskan, masa jabatan Fikar sebagai Ketua PSSI Sungaipenuh, sebenarnya sudah habis sebelum pelaksanaan Porprov 2018.

Sehingga harus dilakukan penunjukan Plt, agar Sungaipenuh tetap bisa tampil dalam ajang Porprov. “Saat itu Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, ditunjuk Fikar langsung,” tambahnya.

Di samping menjalankan roda organisasi, tugas Plt adalah melaksanakan kongres. Namun hingga berakhirnya masa jabatan Fikar sebagai Plt Ketua PSSI Sungaipenuh selama tiga bulan, kongres tidak dilaksanakan.

“Artinya Fikar tidak menjalankan amanah yang diserahkan kepadanya selaku Plt Ketua PSSI Sungaipenuh,” tegas Reza.

Asprov, sudah berusaha mempertanyakan hal itu, namun tidak ada jawaban dari Plt Ketua PSSI Sungaipenuh saat itu.

“Saya tanya tidak ada jawaban. Sehingga kami harus melakukan tindakan tegas, dengan menunjuk Plt baru. Karena kepengurusan tidak boleh kosong,” ungkapnya.

Selain menjalankan roda organisasi, Taufik juga ditugaskan untuk mempersiapkan pelaksanaan kongres, selama masa jabatannya tiga bulan.

“Kalau soal Gubernur Cup saya tidak mau banyak komentar. Yang jelas saya selalu koordinasi. Bukti-bukti di WA juga banyak,”pungkas Reza.

Plt Ketua PSSI Sungaipenuh, Taufik, tidak mau dirinya dianggap menjadi kambing hitam gagalnya Ps Sungaipenuh tampil pada ajang Gubernur Cup.

Apalagi jika masalah ini sampai dikaitkan dengan masalah politik di Sungaipenuh.

“Saya hanya menjalankan amanah dari Asprov, sebagai Plt Ketua PSSI Sungaipenuh,” sebutnya.

Selaku Plt Ketua, Taufik sudah berupaya berkoordinasi, termasuk dengan Ketua Koni Sungaipenuh.

“Saat Manager Meting, saya tanya ke Ketua Koni apakah kita akan ikut? Saat itu Ketua Koni menjawab iya,”bebernya.

Namun saat technical meeting, ternyata Sungaipenuh malah tidak mengirimkan tim.

“Kepada Ketua Koni saya sampaikan, jika memang perlu saya siap datang ke Sungaipenuh untuk mempersiapkan semua urusan,” tambahnya lagi.

Namun sayang, Taufik merasa niat tulusnya ini tidak mendapat jawaban. Bahkan ada yang menyampaikan kepadanya, bahwa semua pengurus PSSI Sungaipenuh sudah Mengundurkan diri.

“Jadi kemana lagi saya harus koordinasi. Saya datang dengan ikhlas. Kalau soal politik saya kan tidak punya hak pilih di Sungaipenuh, jadi tidak ada kepentingan saya di sana,”tandasnya.

Sebelumnya, mantan Ketua PSSI Sungaipenuh, Fikar Azami, mengaku banyak pemberitaan dan isu yang berkembang di masyarakat,yang menyalahkan PSSI Kota Sungai Penuh tidak bertanggung jawab dan banyak yang meminta dirinya bertanggung jawab, karna disebut sebagai ketua PSSI Kota Sungai Penuh.

“Sejak awal Desember yang lalu saya sudah tidak lagi menahkodai PSSI Kota Sungaipenuh dan sudah di plt kan kepada sdr Taufik, yang berasal dari Merangin. Sesuai dengan SK yang dikeluarkan PSSI Provinsi Jambi yang ditandatangani langsung oleh Ketua PSSI Provinsi, dokter Medrin Joni, spog,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pergantian tersebut dilaksanakan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada dirinya, yang notabene masih sebagai komite eksekutif PSSI Provinsi.

“Jadi bagaimana mungkin saya harus bertanggung jawab sementara saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua PSSI,” tegasnya.

Selama menjadi Ketua PSSI tambah Fikar, tidak pernah absen mengikuti dan memberangkatkan tim sepakbola Kota Sungaipenuh di ajang Gubernur Cup.

Kalaupun plt yang ditunjuk oleh Madrin Joni tidak mampu melaksanakannya karena bukan berasal dari Sungai Penuh, harusnya bisa berkoordinasi dengan pemerintah kota. “Atau bisa langsung dengan saya,” terangnya.

Tapi, kata politisi muda itu, sampai detik ini tidak ada satupun perwakilan PSSI baik kota atau provinsi yang berkoordinasi dengan pemkot ataupun dirinya.

“Sekian yang bisa saya sampaikan agar tidak terjadi opini liar dan pemberitaan yang simpang siur,” jelas Fikar.

Dilarang Tampil Tiga Tahun

Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Jambi, Madrin Joni, ketika dihubungi juga membenarkan, bahwa Kota Sungaipenuh tidak ambil bagian pada ajang Gubernur Cup.

“Saat pertemuan kemarin, Kota Sungaipenuh siap mengirimkan tim. Namun kenyataannya saat ini, malah tidak ada wakil dari Sungaipenuh,”jelas Madrin.

Atas nama Ketua PSSI dan juga masyarakat Sungaipenuh, Madrin mengaku sangat kecewa. “Ini jelas menimbulkan kekecewaan, baik atas nama PSSI maupun warga Sungaipenuh,” bebernya.

Ditanya soal sanksi, Madrin menyebutkan nanti akan dirapatkan dengan jajaran pengurus lainnya. Apalagi ketidak hadiran tim Sungaipenuh ini, sudah mengganggu regulasi pertandingan.

“Kalau dalam aturannya, dilarang Tampil selama tiga tahun. Yang jelas akan ada sanksi tegas dari PSSI,” sebutnya.

Sementara Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (Koni) Kota Sungaipenuh, Toni Indrayadi, ikut menyayangkan tidak adanya wakil Kota Sungaipenuh, pada ajang Gubernur Cup 2019.

“Sebagai induk seluruh olahraga di Kota Sungaipenuh, kita tentu menginginkan PSSI Sungaipenuh, ikut ambil bagian dalam ajang Gubernur Cup ini,” ungkapnya.

Persoalan ini terjadi lanjut Toni, karena tidak adanya koordinasi antara pengurus PSSI Kota Sungaipenuh, dengan Koni.

“Ketua PSSI Sungaipenuh bukan lagi pak Fikar Azami, namun sudah diketuai oleh Pak Taufik. Pengurus yang sekarang ini tidak berkoordinasi dengan kita (Koni.red),” tambah Toni.

Namun demikian, Toni menyebut tidak bisa berbuat terlalu banyak dalam masalah ini. Apalagi Gubernur Cup di luar ranahnya Koni. “Kalau Porprov atau Kejurda, itu wilayah kita,”pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam jadwal pertandingan yang dikeluarkan oleh panitia, Ps Kota Sungaipenuh akan melakoni laga perdana melawan Ps Kota Jambi, pada 8 Januari.

Kemudian akan melawan Ps Sarolangun dua hari berselang, yakni pada 10 Januari. Dilanjutkan dengan laga melawan Ps Kerinci pada 12 Januari.

Sementara pada laga pamungkas, Kota Sungaipenuh dijadwalkan menghadapi tim kuat, Ps Batanghari, pada 13 Januari. Namun dengan mundurnya Ps Kota Sungaipenuh, kemungkinan panitia akan melakukan perubahan jadwal pertandingan. (eja)