Muara Bulian - Bulian Bisnis Center, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BBC, sekarang kondisinya tidak terawat sama sekali. Eks kompleks pasar tradisional yang dibangun pada awal 2003 pada masa kepemimpinan Bupati H. Abdul Fattah, ini, sekarang sudah banyak sarana pentingnya, sudah hancur.
Pantauan Halojambinews, Kamis (10/01/2019), pagar bagian depan yang berhadapan dengan BRI Unit Muara Bulian maupun pagar samping Lorong Marlian, yang sudah tidak ada lagi alias raib. Malahan tonggak pintu masuk BBC, sudah hancur dan besi-besi cornya, menyembul keluar dan membahayakan.
Seorang warga sekitar BBC, Adi, mengatakan, kondisi seperti ini sudah berjalan selama 2 tahun.
" Pintu masuk BBC dari arah Lorong Marlian itu, pagar beton sebelah kanannya sudah roboh. Beton.dasar pintu masuk sudah hancur dan mengeluarkan besi-besi rangka yang dapat membahayakan warga" kata Adi.
Di samping itu, lanjutnya, pagar BBC yang mengarah jalan Sudirman, sudah banyak hilang.
" Pagar besi, sudah banyak yang lepas dan besinya raib entah kemana. Apalagi posisi pagar, berhadapan langsung dengan Jalan Utama Sudirman sehingga tak sedap dipandang mata" kata Adi.
Dirinya mewakili masyarakat, sangat mengharapkan kepada pemerintah agar dapat memperbaiki sarana maupun prasarana kompleks bisnis yang merupakan salah satu ikon pembangunan Batanghari ini.
" BBC ini salah satu ikon pembangunan. Kalau dibiarkan seperti ini, kami miris. Saya harap perintah cepat tanggap memperbaikinya." harap Adi lagi.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Batanghari M. Syafe'i, melalui Kabid Perdagangan, Suparno, ketika dikonfirmasi permasalahan ini mengatakan bahwa biaya perawatan sarana dan prasarana BBC belum ada.
" Pihak kami sudah mendata kerusakan sarana maupun prasarana di BBC tersebut. Namun kami belum bisa melakukan perbaikan karena ketidak adaan dana" ucap Suparno.
Ketidakadaan dana perbaikan BBC tersebut yang notabenenya adalah merupakan tanggungjawab dinas, di samping Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian, dikarenakan dalam dua tahun terakhir, belum ada pemasukan pasti dari pada penyewa.
" Pemasukan dari uang sewa dua tahun terakhir ini, belum pasti. Hal ini berimbas kepada biaya imbal balik untuk perbaikan sarana maupun prasana, belum bisa dipergunakan karena tidak cukup" papar Suparno.
Namun dirinya memastikan, bahwa pelaksanaan rehab, pasti akan dilakukan, karena pada akhir 2018 lalu, penyewa sudah menampakan keaktifannya membayar sewa.
" Ya, pada akhir 2018 ini, penyewa sudah mulai aktif membayar sewa jadi kami bisa mealokasikan dana perbaikan untuk hal tersebut" pungkas Suparno.(Fri)