MUARA BUNGO - Alokasi dana transfer yang dialokasikan kepada Dusun (Desa, red) dalam APBD Kabupaten Bungo Tahun 2019 secara total mencapai Rp239,71 milyar lebih.
Dengan jumlah tersebut berarti terdapat kenaikan pagu anggaran sebesar Rp22,41 milyar lebih dari alokasi tahun 2018 yang sebesar Rp217,29 milyar lebih.
Demikian disampaikan Kepala BPKAD kabupaten Bungo Drs.Supriyadi,ME saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (8/1).
Supriyadi menjelaskan bahwa Dana transfer ke Dusun tersebut meliputi lima komponen. Adapun alokasi lima komponen tersebut untuk tahun 2019 adalah:
1.Dana Desa (DD) yang jumlah alokasinya dari Pemerintah Pusat sebesar Rp114.77 milyar lebih.
2.Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp76,49 milyar lebih yang perhitungan alokasinya adalah 10% dari DAU dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Daerah.
3.Dana Gerakan Dusun Membangun (GDM)Rp35,25 milyar yang merupakan program Bupati dan Wakil Bupati Bungo dengan alokasi Rp.250 juta per Dusun.
4.Bantuan dari Pemda Provinsi Jambi Rp.8,46 milyar dengan alokasi Rp60 juta per Dusun.
5.Bagi Hasil kepada Dusun sebesar Rp4,73 yaitu 10% dari target Pajak dan Retrubsi Daerah.
Menurut Supriyadi Anggaran dana transfer ke Dusun tersebut dialokasikan kepada 141 Dusun dalam Kabupaten Bungo. Khusus untuk DD, ADD dan dana Bagi Hasil pengalokasian kepada 141 Dusun tersebut ada formula dan perhitungan tersendiri yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dusun (Dinas PMD), masing-masing Dusun mendapat jumlah alokasi yang berbeda-beda.
"Untuk alokasi anggaran seluruh komponen dana transfer kepada Dusun tersebut yang terendah Rp1,49 milyar lebih dan tertinggi Rp3,17 milyar lebih" ungkapnya.
Supriyadi berharap dengan makin besarnya dana transfer ke Dusun maka Pemerintahan Dusun bisa lebih terpacu untuk mensejahterakan masyarakatnya.
Menurutnya sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2018 bahwa prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2019 antara lain adalah untuk mengembangkan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).
Hal ini juga sejalan dengan keinginan Bupati Bungo yang disampaikan pada saat melantik para Rio (Kepala Desa) beberapa waktu yang lalu, bahwa setiap dusun (desa.red) agar bisa berinovasi untuk mengembangkan produk atau jasa unggulan di dusunnya masing-masing.
"Unggulan tersebut dapat berupa kerajinan batik atau hasil kerajinan yang lain, hasil pertanian, pariwisata dan unggulan lainnya" pungkas Supriyadi. (Mus)