Sebelum Dihuni Rumah Nelayan di Mendahara Rusak
TANJABTIM-halojambi.id Sebanyak 50 unit perumahan untuk nelayan di kelurahan Mendahara Ilir, kecamatan Mendahara, kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi bernilai miliaran rupiah rusak sebelum dihuni penerima bantuan. Pengamatan dilokasi, saat ini kondisi pondasi sejumlah bangunan tampak mulai menggantung, sehingga terkesan hanya menempel di permukaan tanah.
"Bahkan tidak hanya itu, ada juga bangunan tiang pondasi yang sudah patah dan menampakkan besi coran, bisa dilihat bangunan rumah nelayan yang nomor 50,itu tampak parah nian,"sebut warga di lokasi yang enggan disebutkan identitasnya, Sabtu (14/09/19).
Bangunan proyek yang bersumber dari APBN Tahun 2018, melalui Kementerian PUPR yang melekat pada Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi itu, kini kondisinya mengkhawatirkan. "Kalau dilihat dari jauh bangunan miliaran ini memang mewah, tapi kalau dari dekat banyak yang sudah rusak. Ada dinding bangunan dekat jendela mulai retak, di bagian lantai jalan di areal perumahan yang terbuat dari beton ini pun ada yang retak dan miring,"kata warga.
Ketua LSM Gaung Demokrasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muhammad Hidayatullah Dachi membenarkan jika kondisi bangunan perumahan nelayan tersebut menunjukkan kualitas yang diduga sangat buruk. "Memang buruk kualitas bangunannya. Ya lihat sendiri, nelayan belum menampati sebagian tapak pondasi bangunannya sudah nampak memprihatinkan," jelas Dachi.
Ia menyebutkan, proyek tahun 2018 dengan nilai miliaran rupiah itu diduga tanpa penggalian tanah saat pembuatan pondasi. Aktivis yang dikenal getol memperjuangkan aspirasi rakyat ini menginginkan adanya perbaikan terhadap kerusakan sejumlah bangunan rumah nelayan tersebut. "Bila gak juga dilakukan perbaikan, penegak hukum harus turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Saya minta proses Perusahaan yang mengerjakan perumahan nelayan di kecamatan Mendahara ini,"tandas Dachi menutup keterangannya.
Perumahan nelayan tersebut hingga kini tak kunjung dihuni. Perumahan itu rampung dibagun sejak tahun 2018.Perumahan nelayan yang merupakan program kementrian PUPR itu saat ini terlihat tak terawat dan semak. Sementara itu, hingga berita ini dirilis, pihak rekanan maupun pihak SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi belum berhasil di konfirmasi.(kms)