Irigasi Tanah Dalam Tak Berfungsi,Dinas TPH Sebut Masih Diperlukan Pembangunan Jaringan Irigasi Perpipaan
Tanjabtimur-halojambi.id Program irigasi tanah dalam dari pemerintah pusat tahun 2018 di kelurahan teluk dawan kecamatan muara Sabak barat hingga kini belum berfungsi Dinas tanaman pangan dan hortikultura Tanjabtim beralasan bangunan yang seyogyanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air ke sawah petani itu masih butuh pemasangan pipa irigasi.
Program pengairan sawah dengan sistem irigasi tanah dalam melalui pemanfaatan air sumur bor di Kelurahan Teluk Dawan Kecamatan Muara Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi ini tidak berfungsi. Hingga saat ini bangunan irigasi tanah dalam yang dikerjakan melalui sistem swakelola oleh kelompok tani usaha mandiri dengan anggaran sebesar 152 juta rupiah Melalui Dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018 itu tidak dapat dimanfaatkan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan Disekitar lokasi Irigasi tanah dalam yang dibangun pada tahun 2018 lalu itu kini mulai semak ditumbuhi rumput liar Mesin sumur bor yang berada dilokasi juga terlihat jarang tersentuh dan jarang dihidupkan. Bangunan sarana irigasi persawahan yang merupakan Program dari pemerintah pusat ini sedianya untuk mengairi persawahan Namun sejak dibangun hingga kini belum pernah digunakan petani Pembangunan irigasi sumur dalam yang telah menelan anggaran tidak sedikit tersebut terkesan mubazir dan terbengkalai.
Sementara itu menanggapi hal ini kepala dinas tanaman pangan dan hortikultura kabupaten Tanjabtim Sunarno angkat bicara. Sunarno menjelaskan paket swakelola program irigasi tanah air dalam tersebut seyogyanya ingklud dengan perosemen dan pinanisasi sementara pembangunan nya dilakukan secara bertahap. Diterangkannya pada tahun 2018 ada sebanyak 3 paket swakelola pembangunan irigasi Melalui pemanfaatan sumur dalam di kecamatan muara Sabak barat tersebut.
Diantaranya irigasi tanah dalam di kelompok tani usaha mandiri di kelurahan teluk dawan irigasi tanah dalam di kelompok tani Sri rezeki kelurahan Parit culum satu dan irigasi tanah dalam di kelompok tani mekar sari Kelurahan Parit culum dua. Sunarno menegaskan bila nantinya ada kelanjutan kegiatan maka arahnya adalah pemasangan pipa irigasi.
Sunarno optimis apabila pipanisasi irigasi tersebut telah ada maka 3 paket swakelola yang dibangun melalui dana alokasi khusus tahun 2018 tersebut akan berfungsi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan air ke persawahan petani terutama pada musim kemarau.(kms)