Pengerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Parit Culum Dua Diduga Asal Jadi

 

Tanjabtimur-halojambi.id Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi RJI yang di kerjakan melalui sistem swakelola oleh petani di kelurahan Parit culum dua kecamatan muara Sabak barat Kabupaten Tanjabtim tahun 2019 diduga asal jadi RJI merupakan Program Pemerintah pusat yang Anggaran nya bersumber dari APBN.

 

Pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di areal lahan pertanian padi kelompok tani mekar sari Kelurahan Parit culum dua kecamatan muara Sabak barat kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi ini menyita perhatian publik. Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi melalui sistem swakelola oleh petani menggunakan dana APBN sebesar 60 juta rupiah tahun 2019 itu diduga dikerjakan secara asal jadi serta tanpa dilengkapi papan informasi.

 

Pengamatan dilokasi pengerjaan RJI dibawah naungan Dinas tanaman pangan dan hortikultura Tanjabtim ini terkesan setengah-setengah Diduga campuran pasir lebih banyak dari semen serta menggunakan besi banci yang dapat bahayakan bangunan beton tersebut. Dikawatirkan bangunan Rehabilitasi jaringan irigasi ini tidak akan bertahan lama sebab diduga tidak menggunakan bestek yang benar. Pembangunan jaringan irigasi dengan swakelola oleh petani ini seyogyanya dapat lebih bagus sebab petani merasa lebih memiliki.

 

Ketua kelompok tani mekar sari Kelurahan Parit culum dua kecamatan muara Sabak barat Toni menyebut swakelola ini dibangun oleh anggota kelompok tani setempat tentunya sesuai dengan petunjuk dan gambar oleh pihak dinas tanaman pangan dan hortikultura kabupaten Tanjabtim.

 

Sementara itu Kepala dinas tanaman pangan dan kholtikultura kabupaten Tanjung Jabung Timur Sunarno mengatakan terkait pengerjaan program rehabilitasi jaringan irigasi secara swakelola oleh petani dikelurahan parit culum dua yang diduga asal jadi ini segera ditindak lanjuti oleh pihaknya. Ia menyatakan selaku pihak yang berkewajiban untuk melakukan monitoring dan evaluasi program RJI tersebut dinas tanaman pangan dan hortikultura Tanjabtim akan melakukan pendalaman dan turun langsung kelapangan guna mengecek pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi yang progres nya baru berjalan 25 persen dari anggaran yang ada. Sunarno berujar bila terjadi kesalahan maka masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan.(kms)