Tanjab Timur - Badan penaggulangan bencana daerah kabid Tanjung Jabung timur merilis bahwa Luasan lahan kebakaran hutan dan lahan di Tanjabtim tahun ini mencapai ratusan hektare,Adapun sebagain besar penyebabnya diduga akibat faktor kesengajaan manusia.
Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanjung Jabung Timur Rahmat Hidayat mengatakan bencana kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Tanjung Jabung Timur pada musim kemarau di tahun 2019 ini cukup besar.
Banyak lokasi yang mengalami kebakaran yang cukup parah,Diantara lokasi yang mengalami kebakaran hebat itu yakni Kecamatan Dendang, Sadu, Berbak dan mendahara ulu.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Rahmat Hidayat meski belum dilakukan pengukuran secara keseluruhan namun ia memprediksi bahwa Luasan hutan dan lahan yang terbakar di kabupaten berjuluk sepucuk Nipah serumpun Nibung itu mencapai ratusan hektare.
Kebakaran di Tanjabtim sebagian besar banyak terjadi di lahan gambut Bencana kebakaran hutan dan lahan di Tanjabtim mulai terjadi dan mengganas sejak 3 pekan lalu,atau tepatnya semenjak ditetapkan nya siaga darurat Karhutla Tanjabtim pada tanggal 5 Agustus 2019 lalu.
Meski beberapa hari terakhir hujan mengguyur Tanjabtim namun hingga saat ini petugas satgas Karhutla masih terus melakukan pendinginan di sejumlah lokasi kebakaran.
Rahmat menerangkan sebanyak 30 orang personil gabungan BPBD dikerahkan untuk memadamkan api serta personil TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, relawan masyarakat peduli api, Perusahaan, Destana dan masyarakat sekitar juga sangat berperan dalam menjinakkan api yang melahap hutan dan lahan di kabupaten pemekaran tersebut.
Sebagian besar proses pemadaman dilakukan lewat jalur darat dengan menggunakan peralatan selang dan mesin pompa air mobil dan alat berat.
Sampai saat ini sudah 3 pekan dilakukan nya pemadaman dan pendinginan,adapun Kendala yang kerap dijumpai petugas di lapangan diantaranya ialah jauh dan minimnya sumber air serta sulitnya Medan yang dihadapi.
Rahmat menegaskan Rata-rata kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Tanjabtim pada memang sengaja dibakar Dari hasil pengamatan dilapangan oleh pihak BPBD Tanjabtim Karhutla di Tanjabtim sebagian besar atau sekitar 70 persen terjadi akibat faktor kesengajaan dan 30 persen nya faktor kelalaian dan alam Namun sampai saat ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian.(kms)