Kemarau Melanda, Perusahaan Perkebunan Diminta Aktif Cegah Karhutla

 

Tanjabtimur- halojambi.id Seluruh perusahaan yang bergerak dibidang sektor kehutanan dan perkebunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi diminta waspada dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di sekitar wilayah perusahaan.

 

Hal ini mengingat lahan di sekitar perusahaan sangat rawan terhadap terjadinya Karhutla. Sehingga perlu adanya antisipasi secara optimal. "Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim memberikan peringatan dan himbauan kepada seluruh perusahaan perkebunan agar mempersiapkan segala sesuatu yang bersentuhan dengan pencegahan Karhutla," ujar Kabid P3KLH Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjabtim, Agus Pranoto, SH.MH saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat pagi (26/07/19).

 

Pejabat yang dikenal ramah dan bertalenta ini menuturkan, Saat ini pemerintah daerah Tanjabtim melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menyurati perusahaan di sektor perkebunan dan kehutanan di Tanjabtim untuk bersiap siaga dan secara bersama-sama menjaga dan mengantisipasi terjadinya Karhutla di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung. "Kita sudah menyurati perusahaan. Kita minta mereka serius dalam pencegahan Karhutla. Apalagi saat ini sudah masuk musim kemarau,"beber Agus Pranoto. Didalam surat yang dimaksud, Agus menjelaskan bahwa ada beberapa item yang harus disedikan oleh perusahaan, salah satunya menyediakan embung untuk penampungan air.

 

Agus kembali menegaskan, dalam upaya pencegahan Karhutla di areal perusahaan, perusahaan diminta untuk ikut terjun langsung dan memberikan dukungan anggaran atau personel serta peralatan kepada masyarakat sekitar dalam upaya pengendalian Karhutla. Selain itu, menurut Agus, Pihak perusahaan juga tetap diminta aktif untuk selalu melaporkan situasi dan kondisi jika terjadi Karhutla disekitar lokasi perusahaan. "Kita berharap perusahaan dapat bekerja sama, dengan mempersiapkan apa yang telah menjadi kewajiban perusahaan dalam mencegah terjadinya Karhutla,"Tandas Agus Pranoto menutup keterangannya.(kms)