TANJABTIMUR - Pembangunan pengambilan air tanah untuk air baku di Kelurahan Teluk Dawan Kecamatan Sabak Barat Kabupaten Tanjabtim mendapatkan sorotan dari masyarakat .Selain dinilai belum bisa dimanfaatkan, warga menagih komitmen pihak rekananan untuk memperbaiki jalan yang telah hancur akibat pengangkutan material bangunan tersebut.
Bangunan yang menghabiskan anggaran negara sebesar 800 juta lebih ini dinilai mubazir dan dikerjakan asal asalan. Pasalnya bangunan yang sejatinya bermanfaat untuk masyarakat sekitar justru kini tidak dimanfaatkan dan mengisahkan sejumlah permasalahan.
Usman salah satu tokoh masyarakat teluk dawan mengakui sejak awal dirinya telah menyoroti pembangunan proyek balai wilayah sungai sumatra VI ini. "Kita menyayangkan bangunan yang menghabiskan uang negara tersebut tidak bermanfaat dan justru menimbulkan persoalan,salah satunya pembuangan air yang mengalir keperkarangan warga sekitar," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ridwan selaku ketua RT setempat ia sangat kecewa atas proyek sumur bor balai wilayah sungai sumatra enam tersebut. Hingga ini pihaknya belum melakukan serah terima.Menurutnya bangunan tersebut masih menyisahkan persoalan yang belum dipenuhi pihak rekanan salah satunya berjanji memperbaiki jalan yang hancur akibat angkutan material.
" Kita sangat berharap bangunan yang menghabiskan anggaran cukup besar itu bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar," ujarnya.(kms)