Halo Jambi Sarolangun – Bupati dan Wakil Bupati kabupaten sarolangun resmi memenuhi rumah dinasnya setelah mengikuti prosesi adat Jambi yaitu 'Naik Rumah' yang diselenggarakan oleh lembaga adat melayu (LAM) kabupaten sarolangun dengan menampilkan tarian sekapur sirih dan seleko adat. Sabtu (12/04/25).

Turut hadir dalam acara prosesi adat 'Naik Rumah', wakil ketua LAM provinsi jambi, ketua LAM jambi kabupaten sarolangun, Helmi.SH,MH, unsur forkopimda kabupaten sarolangun, anggota DPR-RI H Cek Endra, Pj sekda sarolangun Dedy Hendry, para staf ahli, para Asisten, para kepala OPD di lingkup pemkab sarolangun, para camat, lurah dan kepala desa, ketua tim penggerak PKK kabupaten sarolangun serta ribuan masyarakat sarolangun yang turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam keterangannya Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani menyampaikan bahwa "Kami menyampaikan rasa hormat dan bahagia atas penyambutan bupati dan wakil bupati sarolangun secara adat yang dilaksanakan oleh LAM kabupaten sarolangun. Prosesi adat 'Naik Rumah' bukan sekadar acara seremonial, namun sebuah komitmen bersama untuk melestarikan dan mempertahankan kekayaan budaya dan adat istiadat yang telah menjadi warisan leluhur.

" Prosesi adat yang dilaksanakan pada hari ini merupakan gambaran betapa besarnya nilai tradisi peninggalan yang mengatur tata tertib kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan di bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko, yang sampai saat ini masih dihormati, masih berlaku, dipakai dan taati. "Lanjutnya.

Kami akan berkomitmen dan bekerja sama dalam membangun kabupaten sarolangun ini dan menjaga adat istiadat dan budaya lokal, mewujudkan nilai -nilai keagamaan, keluhuran adat istiadat dan kepemudaan untuk mempersiapkan generasi muda yang berakhlak. "Sambungnya.

Pada kesempatan ini Saya berharap Lembaga Adat Melayu (LAM) kabupaten sarolangun dapat mendorong terbentuknya rumah restorative justice yang merupakan tempat penyelesaian masalah pidana melalui musyawarah mufakat dan mempertahankan nilai-nilai adat istiadat yang berlaku ditengah-tengah masyarakat, sehingga tercipta nilai nilai tatanan masyarakat yang harmonis dan dinamis. "Tutupnya (gun)