BANJARMASIN-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sangat menyambut baik apa yang telah dilakukan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia ( FJPI) dengan menggelar Sarasehan Jurnalis Perempuan Indonesia yang berlangsung di Banjarmasin seiring rangkaian kegiatan HPN 2020. Dimana keberadaan FJPI oleh KPPA mendapat dukungan agar tetap aktif memberikan porsi perannya selaku insan pers didalam menyikapi persoalan perempuan dan anak guna bersama-sama mencari solusi terbaik dan berkonstribusi dalam pembangunan bangsa ini.   

Sarasehan Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) berlangsung Ahad (10/2) di Hotel G'Sign Banjarmasin dengan tema " Jurnalis Perempuan Di Era 4.0 (Peluang Dan Tantangan Berkompetisi Di Era Digital) dihadiri Deputi Bidang Partipasi Masyarakat Indra Gunawan, mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Gusti Ayu Bintang Darmawanti. Selain itu panitia kegiatan ini menghadirkan pula beberapa pembicara "perempuan" dengan memaparkan pengalaman-pengalaman kerja dalam bidang yang dilakoni, jurnalistik dengan tetap "berstatus" perempuan namun mampu berkompetisi menapaki dunia digital yang penuh tantangan, karena perempuan harus kuat dan tangguh, tutur satu dari para perempuan "hebat" ini mereka adalah Titin Rosmasari (Pimpred Trans 7) Khairiah Lubis ( Produser DAAI TV, Sekj. FJPI), Olga Maulinda ( FJPI Papua Barat), Netty Darma Somba ( FJPI Papua) Saniah LS ( Ketua FJPI Aceh).

Perempuan jurnalis memiliki peran yang sama dengan jurnalis lelaki, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka selaku pekerja di dunia pers, ini kata Indra Gunawan saat menyampaikan kata sambutan yang mewakili Menteri PPPA dihadapan para perempuan jurnalis se Indonesia."Jurnalis perempuan tidak ada bedanya dengan jurnalis lelaki, banyak juga isu-isu dan tantangan yang dihadapi, melalui forum ini kita berbagi, ini setrategi yang kita lakukan, di Kementerian kita banyak mengangkat isu-isu gender yang perlu diintervensi, perlu didukung dan support untuk perempuan jurnalis, tidak hanya jurnalistik, tetapi diberbagai bidang, beberapa waktu lalu tentang ini, penguatan tidak hanya isu perempuan banyak hal terkait bisa diangkat dan didiskusikan bersama," ungkap Deputi Partisipasi Masyarakat KPPPA RI.

Kementerian PPPA menurut Indra menyambut baik gagasan FJPI yang mengelar kegiatan diskusi ini terkait isu perempuan." Kami menyambut baik Sarasehan ini, beberapa isu yang diangkat mempunyai keterkaitan yang menggali status perempuan untuk lebih berdaya," ujar Indra.

Perempuan dikatakan Indra hendaknya hadir disetiap peluang dan kesempatan di dunia usaha perempuanpun sudah memiliki peran yang besar." Usaha di tingkat mikro perempuan ada disana, ini yang perlu diangkat agar kekuatan elemen bangsa ini, masalah-masalah domestik perempuan, ini juga isu-isu perlindungan anak, tidak bisa dipisahkan, tidak hanya isu keekonomian, tapi juga isu-isu gender dimasukkan dalam program KPPPA," sebutnya.

Menutup kata sambutannya Indra mengemukakan, Presiden RI Joko Widodo sangat memiliki perhatian yang besar terhadap masalah anak dan perempuan di negeri ini." Bapak Presiden mengingatkan agar masalah anak dan perempuan perlu mendapatkan perhatian yang besar guna penanggulangan masalahnya, masalah anak dan perempuan yang belum terselesaikan, yang menjadi konsen adalah perlu peran keluarga serta untuk memberikan perlindungan terhadap anak," ucap Indra.

Terpisah, usai menghadiri Sarasehan tersebut, sengaja Halo Jambi News meminta waktu untuk bincang-bincang langsung dengan Deputi Menteri Bidang Partipasi Masyarakat Indra Gunawan mengenai keberadaan jurnalis perempuan dalam era digital yang berhadapan dengan tantang berat yang penuh kompetisi." Apa yang nantinya bisa solusinya dilakukan bersama, tentu apa yang terkait tema era digital selain juga dengan kemampuan digital ini bisa dipermudah, tentu melalui forum ini tantangan yang dihadapi bisa didiskusikan, bisa sharing apa yang sudah dilakukan, saya rasa ini adalah bagian meningkatkan kemampuan dan kafasitas jurnalis perempuan yang ada," tutur Indra. 

Menjawab pertanyaan Halo Jambi News terkait dukungan KPPA terhadap kiprah Forum Jurnalis Perempuan Indonesia saat ini, Indra mengaku pihaknya sangat mendukung keberadaan FJPI sebagai wadah jurnalis perempuan." Tentu kita support, kita punya kepentingan yang sama barang kali kalau kita bicara isu-isu gender dan pembangunan, karena ini juga juga termasuk konsen di dunia, 12 are kritis perempuan di dunia salah satunya terkait perempuan dan media, ini saya rasa banyak yang bisa kita diskusikan, melalui forum seperti ini salah satu cara kita bisa sharing karena beberapa yang saya ikuti bisa memberikan peluang baik bagi jurnalis perempuan untuk bisa memberikan kontribusinya bagi pembangunan," kata Indra menutup pembicaraan dengan Halo Jambi News.(ifa)